Notasi untuk desimal berulang

Ada berbagai macam notasi yang digunakan untuk menuliskan bilangan pecahan desimal yang berulang.

Dalam contoh sebelumnya kita menggunakan notasi elipsis (...) di akhir penulisan bilangan untuk menunjukkan bahwa angka-angka di belakangnya dapat berulang terus menerus. Namun kita juga telah melihat bahwa bagian yang berulang tidak harus 1 digit saja, tetapi bisa lebih. Jika demikian, bagaimana kita akan mengetahui arti dari lambang bilangan berikut ini?

1.8585...

Ini menimbulkan kemungkinan multi tafsir, karena lambang bilangan tersebut dapat diartikan sebagai 1.858585858585858585... maupun 1.858555555555555555.... Pada penafsiran pertama digit yang berulang adalah dua yaitu 85, sedangkan pada penafsiran berikutnya digit yang berulang hanya satu yaitu 5 saja.

Karena dalam matematika kita harus memenuhi syarat terdefinisi baik (tidak multi-tafsir), maka kita perlu membuat notasi yang tidak dapat ditafsirkan secara berbeda. Ada banyak notasi yang umum dipakai, tetapi kita akan menggunakan dua macam notasi.

Notasi garis atas

Dengan notasi garis atas, kita menandai digit yang berulang dengan garis atas. Jadi dalam penulisan 1.85858585..., karena yang berulang adalah digit 85 seperti ini:

1.8585858585... = 1.\boxed{85}\boxed{85}\boxed{85}\boxed{85}\boxed{85}...

Kita cukup menuliskan digit 85 satu kali dengan tambahan garis atas: 1.\overline{85}.

1.\boxed{85}\boxed{85}\boxed{85}\boxed{85}\boxed{85}... = 1.\overline{85}

Untuk 1.85855555..., yang berulang adalah 5:

1.85855555... = 1.858\boxed{5}\boxed{5}\boxed{5}\boxed{5}\boxed{5}...

Jadi kita cukup menandai angka 5 yang terakhir dengan garis atas:

1.858\boxed{5}\boxed{5}\boxed{5}\boxed{5}\boxed{5}... = 1.858\overline{5}

Dengan demikian hati kita tidak perlu bimbang ketika harus menafsirkan lambang bilangan yang ditulis menggunakan notasi garis atas.

\begin{aligned} 1.\overline{85} &= 1.8585858585...\\ 1.858\overline{5} &= 1.85855555... \end{aligned}

Sejumlah contoh di bawah ini dapat membantumu untuk lebih memahami penggunaan notasi garis atas.

\begin{aligned} 2.33333... &= 2.\overline{3} \\ 0.49331331331... &= 0.49\overline{331}\\ -51.22222333333... &= -51.22222\overline{3}\\ \end{aligned}

Penulisan yang tidak valid

Perhatikan bahwa notasi garis atas hanya digunakan untuk digit di belakang koma (bagian pecahan). Jadi penulisan-penulisan berikut ini tidak valid:

56\overline{7} Tidak valid: Digit 7 bukanlah bagian pecahan.
28\overline{6}.44 Tidak valid: Digit 6 bukanlah bagian pecahan.

Demikian juga penulisan notasi ini hanya boleh dilakukan untuk barisan digit terakhir saja.

-23,45\overline{97} Valid: 97 di bagian pecahan paling belakang.
43,55\overline{6}14 Tidak valid: Digit 6 bukan bagian paling belakang.
32,19\overline{3}51\overline{6} Tidak valid: Digit 3 bukan bagian paling belakang.

Notasi kurung

Dalam penulisan menggunakan papan ketik kita seringkali hanya dapat mengetik satu dimensi (dari kiri ke kanan), sementara notasi garis atas membutuhkan dimensi kedua (ke atas). Karena itu kita juga membutuhkan notasi yang dapat ditulis dengan cara seperti ini. Kamu akan memerlukannya dalam menjawab kebanyakan soal dalam situs ini.

Pada dasarnya kamu hanya perlu mengganti bagian yang menggunakan garis atas menjadi menggunakan tanda kurung dan elipsis.

Untuk contoh sebelumnya, yaitu 1.\overline{85}, kita dapat menuliskannya sebagai 1.(85...). Jadi bagian \overline{85} diganti dengan (85...). Jadi untuk contoh-contoh sebelumnya, cara penulisannya adalah sebagai berikut.

Notasi garis atas Notasi kurung
1.\overline{85}
1.(85...)
1.858\overline{5}
1.858(5...)
2.\overline{3}
2.(3...)
0.49\overline{331}
0.49(331...)
-51.22222\overline{3}
-51.2222(3...)

Latihan

Berikutnya: Sistem Bilangan Real

Ditulis oleh
Pak Ari
Ditulis pada
Terakhir diupdate
Dipublikasikan
Frase kunci
bilangan rasional desimal notasi